Mengenal Para Pendiri GENINUSA Dan Perjalanan Kepemimpinannya Dari Masa Ke Masa

Jakarta, geninusa.or.id – GENINUSA atau Gerakan Santripreneur Nusantara lahir dari semangat untuk mendorong kemandirian santri melalui penguatan ekonomi, pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat. Organisasi ini hadir dengan gagasan bahwa santri tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi pengusaha, inovator, serta penggerak perubahan sosial.

Didirikan di Surabaya pada 27 November 2019, GENINUSA membawa semangat membangun ruang kolaborasi bagi santri, pemuda, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai unsur masyarakat. Gerakan santripreneur menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus memperluas kontribusi santri dalam pembangunan bangsa.

Para Tokoh di Balik Berdirinya GENINUSA

Lahirnya sebuah organisasi tidak terlepas dari peran para tokoh yang memiliki gagasan, kepedulian, dan kemauan untuk bergerak bersama. Dalam perjalanan awal GENINUSA, sejumlah nama tercatat dalam dokumen profil organisasi, di antaranya KH. Soleh Baharuddin, Dr. Muhammad Suhardi, M.Pd., Ust. Zikal Okta Syahtria, Ust. Abdullah Syahansyah, Ust. Ardi Restu Setiawan, Ust. Afig El Aziz Amali, Ust. Ricky Safrijal, Ust. Jefri al Buchori, Ust. Ari Hidayat, Ust. Moh. Imamul Murtadho, Ust. Rizabun Ahyar, Ust. Suhedi, Ust. Jagad Riyadi, Ust. M. Aminul Wahib, dan Ustdzh. Dwi Sintia Susanti.

Nama-nama tersebut merupakan bagian dari catatan tokoh yang berkaitan dengan perjalanan awal organisasi. Untuk memastikan status formal masing-masing sebagai pendiri, daftar tersebut perlu dicocokkan dengan dokumen resmi yang secara khusus menetapkan susunan pendiri GENINUSA.

Baca Juga :  Sejarah GENINUSA: Berawal Dari Semangat Santri, Bergerak Membangun Kemandirian

Semangat yang mendasari gerakan ini adalah membangun kemandirian santri melalui pengembangan kemampuan berwirausaha, peningkatan kapasitas diri, pemanfaatan teknologi, dan kepedulian sosial. Kewirausahaan dipandang bukan hanya sebagai jalan untuk memperoleh penghasilan, tetapi juga sebagai sarana menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari Gagasan Menjadi Gerakan Organisasi

Sejak dibentuk, GENINUSA mengembangkan gagasan santripreneur sebagai bagian dari upaya memperluas peran santri dalam bidang ekonomi dan sosial. Gerakan ini membutuhkan organisasi yang tertata, kepengurusan yang jelas, serta kerja sama antara pengurus pusat, pengurus wilayah, dan anggota.

Seiring perkembangannya, GENINUSA membangun struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan mengembangkan kepengurusan di berbagai daerah. Struktur organisasi menjadi landasan untuk membagi tanggung jawab, mengoordinasikan kegiatan, dan memastikan program dapat dijalankan secara terarah.

Dalam perjalanan sebuah organisasi, kepemimpinan memegang peran penting untuk menjaga kesinambungan tujuan. Ketua umum dan jajaran pengurus bertanggung jawab mengoordinasikan program, mengembangkan kerja sama, serta menjaga agar kegiatan organisasi tetap sejalan dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.

Perjalanan Kepemimpinan GENINUSA

Dalam dokumen organisasi yang ditetapkan pada 25 Februari 2023, Zikal Okta Syahtria, S.E., M.M. tercantum sebagai Ketua Umum DPP GENINUSA, sedangkan Arya Nur Fauzi, S.E. tercantum sebagai Sekretaris Jenderal.

Baca Juga :  Mengenal Visi Dan Misi GENINUSA: Membangun Gerakan Santripreneur Yang Progresif, Mandiri, Dan Berdampak

Susunan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan kepemimpinan GENINUSA. Keberadaan struktur kepengurusan juga menunjukkan pentingnya pembagian peran dan tanggung jawab dalam menjalankan roda organisasi.

Kepemimpinan GENINUSA tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan organisasi di tingkat pusat, tetapi juga dengan upaya memperluas gerakan ke tingkat wilayah. Pengembangan kepengurusan daerah membuka kesempatan bagi lebih banyak santri dan masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan pemberdayaan, kewirausahaan, dan kolaborasi sosial.

Salah satu catatan perkembangan organisasi adalah pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah GENINUSA DKI Jakarta untuk periode 2023–2024 pada Desember 2023. Selain itu, pemberitaan mengenai pelantikan pengurus GENINUSA Jawa Tengah pada 2025 juga mencatat keterlibatan Ketua Umum DPP Zikal Okta Syahtria dalam pengukuhan pengurus wilayah.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan organisasi. Meski demikian, daftar lengkap pergantian ketua umum dari tahun ke tahun masih perlu disusun berdasarkan surat keputusan, hasil musyawarah atau kongres, serta dokumen resmi organisasi yang mencatat periode kepemimpinan.

Memperkuat Jaringan dan Kolaborasi

Perjalanan GENINUSA menunjukkan bahwa pengembangan gerakan santripreneur membutuhkan kerja bersama. Pengurus pusat, pengurus wilayah, anggota, dan mitra memiliki peran dalam memperluas kegiatan serta menyesuaikan program dengan kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.

Pengembangan jaringan juga membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, peningkatan kemampuan kewirausahaan, dan kolaborasi lintas sektor. Melalui kerja sama tersebut, gagasan kemandirian santri diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai bidang usaha dan kegiatan sosial.

Baca Juga :  Perkembangan Dan Jaringan GENINUSA Di Berbagai Daerah, Memperkuat Gerakan Santripreneur Nusantara

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan ekonomi, GENINUSA juga menghadapi tantangan untuk memperkuat kapasitas anggota, memperluas akses terhadap peluang usaha, serta membangun program yang berkelanjutan. Karena itu, kepemimpinan perlu berjalan seiring dengan partisipasi aktif anggota dan penguatan tata kelola organisasi.

Menjaga Semangat Para Pendiri dan Melanjutkan Kepemimpinan

Mengenal para pendiri dan perjalanan kepemimpinan GENINUSA bukan sekadar mengetahui nama tokoh atau susunan pengurus. Sejarah tersebut juga membantu memahami gagasan yang melatarbelakangi pembentukan organisasi, nilai yang ingin diperjuangkan, dan upaya yang dilakukan untuk menjaga keberlanjutan gerakan.

Semangat membangun kemandirian santri, memperkuat kewirausahaan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat menjadi landasan yang perlu terus dijaga. Para pengurus dari setiap periode memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan tujuan organisasi sekaligus menjawab tantangan yang berkembang.

Keberlanjutan GENINUSA juga tidak hanya bergantung pada figur pemimpin. Partisipasi anggota, kontribusi pengurus wilayah, serta konsistensi menjalankan program merupakan bagian penting dalam menjaga gerakan tetap hidup dan relevan.

GENINUSA tumbuh dari sebuah gagasan, dikembangkan melalui kolaborasi, dan diteruskan melalui kontribusi banyak pihak. Dengan menjaga semangat awal serta memperkuat tata kelola organisasi, gerakan santripreneur diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi santri, masyarakat, dan bangsa. (*)

DPP GENINUSA
DPP GENINUSA
Akun Resmi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Santripreneur Nusantara (GENINUSA). Media informasi, edukasi, dan publikasi resmi mengenai gerakan pemberdayaan ekonomi santri, pengembangan UMKM pesantren, serta kolaborasi bisnis santripreneur di seluruh Indonesia. Mandiri secara ekonomi, berdaulat secara digital, berakhlak mulia.

BACA KABAR GENINUSA LAIN

Perkembangan Dan Jaringan GENINUSA Di Berbagai Daerah, Memperkuat Gerakan Santripreneur Nusantara

Jakarta, geninusa.or.id - Gerakan Santripreneur Nusantara (GENINUSA) mengembangkan jaringan organisasi dan kolaborasi untuk mendorong kemandirian santri serta pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia. Melalui keterlibatan anggota...